Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Empat Warga Negara AS

Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Empat Warga Negara AS

Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Empat Warga Negara AS – Tiongkok Daratan merupakan istilah yang mereka gunakan untuk merujuk kepada kawasan di bawah pemerintahan RRT. Dan tidak termasuk kawasan administrasi khusus Hong Kong dan Makau. Sementara nama Republik Tiongkok mengacu pada entitas lain yang dulu pernah menguasai Tiongkok. Sejak tahun 1912 hingga kekalahannya pada Perang Saudara Tiongkok.

Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok pada hari Senin (30/11), mengumumkan bahwa mereka telah menjatuhkan sanksi individual. Terhadap empat Warga Negara Amerika Serikat yang memiliki pengaruh khusus terhadap promosi nilai demokrasi.

Keputusan ini terambil Pemerintah Tiongkok. Setelah Pemerintah Amerika Serikat terlebih dahulu menjatuhkan sanksi aplikasi idn poker individual terhadap empat Pejabat Tiongkok yang terlibat. Dalam penerapan kebijakan-kebijakan baru dan kontroversial Hong Kong, seperti yang terlansir dari Reuters.

1. Sanksi mereka berikan kepada tokoh-tokoh dari AS yang mempromosikan demokrasi

Tiongkok tidak main-main ketika memutuskan untuk menjatuhkan sanksi berupa larangan masuk ke negaranya. Terhadap empat tokoh penting dalam penyebaran paham demokrasi skala internasional. Mengutip dari Reuters, orang-orang Amerika Serikat yang menjatuhi sanksi antara lain, John Knaus sebagai Ketua Direktur National Endowment Democracy wilayah Asia. Lalu Manpreet Singh Anand dari National Democratic Institute. Selanjutnya Crystal Rosario yang merupakan Direktur Kantor National Democratic Institute di Hong Kong. Dan Terakhir Manajer Proyek National Democratic Institute di Hong Kong, Kelvin Sit Tak-O.

Menurut Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok, Hua Chunying, mereka berempat telah terbukti melakukan intevensi terhadap kebijakan domestik RRT. Walaupun Chunying tidak menjelaskan secara detail intervensi seperti apa yang mereka lakukan. Tiongkok menegaskan jika orang-orang tersebut sedang berusaha untuk melawan dan merusak kepentingan nasional RRT di Hong Kong.

2. memberlakukannya setelah AS jatuhkan sanksi terhadap Otoritas Tiongkok untuk urusan Hong Kong

Meskipun Pemerintah Tiongkok tidak menyebutkan secara resmi memberlakukannya sanksi individual terhadap empat WN Amerika Serikat merupakan aksi balasan, beberapa media Tiongkok membuka suaranya. Berdasarkan informasi yang disampaikan Global Times, kebijakan sanksi ini diambil Tiongkok sebagai bentuk kebijakan balas dendam atas dijatuhkannya sanksi individual terhadap empat Pejabat Tiongkok oleh Pemerintah Amerika Serikat, dilansir dari Anadolu Agency.

Alasan utama mengapa AS menjatuhkan hukuman kepada empat Pejabat Tiongkok itu karena mereka terlibat dalam usaha-usaha Tiongkok yang dianggap tengah melucuti kebebasan dan hak Warga Hong Kong. Sebelumnya, Pemerintah Hong Kong juga telah mengeluarkan empat anggota oposisi dari Badan Legislatif Hong Kong sebagai akibat izin baru dari RRT yang memperbolehkan Otoritas Hong Kong untuk mengekang perbedaan pendapat.

3. Ketegangan AS-Tiongkok berlanjut

eepdmooxgaucso9 daac774be42f647e60e1809dc67b81e3 - Tiongkok Jatuhkan Sanksi terhadap Empat Warga Negara ASIlustrasi Bendera AS dan Tiongkok. twitter.com/teddyeugene

Saling melempar sanksi individual terhadap warga negara maupun pejabat negara dari masing-masing pihak membuat hubungan AS-Tiongkok kembali memanas. Dilaporkan Reuters, dengan kebijakan anti-Tiongkok yang digelorakan Presiden AS, Donald Trump, hubungan AS-Tiongkok berada di posisi terburuknya, terutama akibat masalah perang dagang, keamanan teknologi, COVID-19, dan Hong Kong.

AS yang terus menekan dan menyalahkan Tiongkok pun membawa reaksi atau tanggapan dari Pemerintah Tiongkok sendiri dengan menyeimbangkan perilaku AS, salah satunya seperti pemberian sanksi dan pengosongan gedung konsulat yang sempat menghebohkan komunitas internasional. Dengan kekalahan Donald Trump dalam Pilpres AS 2020, Joe Biden diprediksi akan mencoba segala cara untuk menstabilkan hubungan vital yang AS-Tiongkok milik

Tagged : / /