Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

31 - Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret – Burkak (juga ditulis burka atau burqa) (bahasa Arab: برقعة, burqʿah) adalah sebuah pakaian yang menutupi seluruh tubuh yang dikenakan oleh sebagian perempuan Muslim di Afganistan, Pakistan, dan India utara.

Pada 7 Maret tahun ini Swiss akan mengadakan referendum mengenai penggunaan burkak dan niqab di tempat publik. Mengenai referendum pelarangan tersebut pemerintah harap warga nantinya menolak larangan.

Namun tampaknya itu akan sulit terjadi karena pada hasil survei yang di terbitkan pada hari Jumat, 22 Januari menunjukkan mayoritas warga Swiss setuju aplikasi idn poker pelarangan burkak dan niqab.

1. 63 persen memilih mendukung pelarangan
Pemilu(3) - Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

Melansir dari Urdu Point, pada Jumat, 22 Januari sebuah survei mengenai pelarangan penggunaan burkak dan niqab, yang di rilis oleh perusahaan media TX Group AG bersama dengan surat kabar 20 Minuten hasilnya menunjukkan lebih dari 60 persen warga Swiss setuju dengan larangan tersebut.

Survei tersebut dilakukan kepada 15.000 responden dengan tingkat kesalahan 1,3 persen hasilnya yaitu 63 persen mendukung larangan penuh penutup wajah, 35 persen menolak larangan, 2 persen menolak untuk mengutarakan pendapatnya. Mereka yang mendukung larangan banyak di lakukan oleh warga Swiss yang berada di wilayah Swiss yang berbahasa Italia.

Dua kanton atau negara bagian di Swiss, St Gallen dan Ticino telah memberlakukan larangan penutup wajah penuh dalam pemungutan suara regional sebelumnya, namun juga ada kanton yang menolak larangan yaitu Zurich, Solothurn dan Glarus yang telah menolak melakukannya dalam beberapa tahun terakhir.

Gambaran tersebut tentunya menunjukkan kemungkinan pilihan warga terhadap larangan burkak dan niqab, yang akan di lakukan pada 7 Maret.

2. Pemerintah sarankan warga tolak proposal
photo 1584526083071 fd4129b92514 b0ddb29ced0d0386e2acf5cda1070f5a 2ffe6bd5231ee74712175715c14a4d38 - Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

Melansir dari Al Jazeera, dalam proposal larangan yang di ajukan tidak menyebutkan cadar secara eksplisit, hanya menyatakan bahwa, “tidak ada yang boleh menutupi wajah mereka di depan umum, atau di area yang dapat di akses oleh publik atau di area di mana layanan biasanya dapat diakses oleh semua.”

Melansir dar Reuters, pada hari Selasa pemerintah telah menyarankan warga untuk menolak larangan dalam referendum nanti. Proposal larangan tersebut di dukung oleh  “Komitee Egerkinger”,  yang mencakup politisi sayap kanan Partai Rakyat Swiss (SVP), yang ikut berperan dalam referendum 2009 untuk melarang pembangunan menara masjid baru, yang di setujui oleh hampir 60 persen pemilih. Pembangunan menara di anggap tidak sesuai dengan budaya di Swiss.

Untuk melawan proposal tersebut pemerintah telah membuat proposal tandingan. Peraturan dalam proposal tandingan mengharuskan wanita yang mengenakan penutup wajah untuk memperlihatkan wajah mereka jika di perlukan untuk identifikasi di kantor administrasi atau di transportasi umum. Proposal tandingan akan berlaku, bila mayoritas warga memilih menolak larangan pada referendum nanti. Denda hingga 10.000 franc Swiss atau setara 159 juta rupiah dapat di berikan kepada siapa saja yang menolak, berdasarkan proposal yang berlawanan, yang akan berlaku jika proposal untuk larangan penutup wajah penuh di tolak dalam referendum.

Dalam sistem demokrasi langsung di Swiss. Setiap proposal yang di ajukan untuk mengubah konstitusi akan mendapatkan suara populer. Bila pendukungnya mengumpulkan lebih dari 100.000 tanda tangan.

Negara Eropa yang telah memberlakukan larangan burkak dan niqab adalah Prancis dan Denmark.

3. Larangan akan rugikan pariwisata
pexels photo 4427654 b0ddb29ced0d0386e2acf5cda1070f5a f148f61a51b122fee596c8206d13d0f4 - Mayoritas Warga Swiss Larang Burkak Referendum Dilakukan Maret

Melansir dari Al Jazeera, pemerintah Swiss telah mengatakan bahwa proposal larangan tersebut merupakan ide buruk. Menteri Kehakiman Swiss Karin Keller-Sutter telah mengatakan bahwa wanita yang mengenakan penutup wajah jarang terlihat di Swiss. Yang sering terlihat mengenakan memakai penutup wajah di Swiss kebanyakan merupakan turis asing. Ia juga menyampaikan bahwa masalah larangan tersebut sebaiknya di putuskan oleh masing-masing kanton dari 26 kanton Swiss.

Pemerintah juga mengatakan bahwa larangan akan merusak kedaulatan kanton dan merusak pariwisata. Montreux dan tujuan lain di sekitar Danau Jenewa serta Interlaken di Swiss. Telah menarik minat para turis yang beragama Islam. Terutama mereka yang berasal dari negara-negara Teluk Arab yang kaya raya.

Swiss memiliki jumlah penduduk sebanyak 8,6 juta orang dan penduduk yang beragama Islam hanya berkisar 5 persen penduduk Swiss.  Burkak dan niqab yang sering di gunakan wanita muslim. Dan jumlah muslim yang sangat sedikit di Swiss. Tentunya menimbulkan pertanyaan untuk apa peraturan tersebut di berlakukan.

Tagged : / /