Penumpang di Bandara Kualanamu Mulai Ramai

Penumpang di Bandara Kualanamu Mulai Ramai

Penumpang di Bandara Kualanamu Mulai Ramai – Masyarakat yang menggunakan Kualanamu Internasional Airport (KNIA) berangsur ramai sejak perjalanan penerbangan mulai dilonggarkan pemerintah. Peningkatan jumlah penumpang ini seiring dengan keputusan pemerintah meningkatkan kapasitas maksimal penumpang menjadi 70 persen setelah sebelumnya hanya 50 persen.

Biarpun demikian, untuk setiap calon penumpang, pengelola bandara tetap memberlakukan protokol kesehatan secara ketat dalam rangka Aplikasi S128 Apk mencegah penyebaran Covid-19. Calon penumpang pesawat harus melengkapi surat keterangan uji tes PCR dengan hasil negatif berlaku tujuh hari atau surat keterangan uji rapid tes dengan hasil nonreaktif yang berlaku tiga hari pada saat waktu keberangkatan.

Meningkatnya jumlah penumpang ini seiring dengan sejumlah maskapai kembali beroperasi setelah sebelumnya menutup operasi layanan penerbangan.

“Walaupun terjadi peningkatan jumlah penumpang, kami akan tetap menjalankan protokol kesehatan secara disiplin dan ketat,” ujarnya.

Peningkatan juga terjadi di angkutan kargo. Pada 10 Juni 2020, volume kargo mencatatkan angka tertinggi sepanjang Juni ini dengan 135,212 kg per harinya meningkat 40 persen dibandingkan dengan tahun lalu.

“Angkutan kargo di tengah pandemi COVID-19 ini memang yang paling terjaga. Bandar Udara KNIA di kelola oleh PT Angkasa Pura II juga fokus dalam penanganan kargo ini,” jelas Djodi Prasetyo.

Di masa adaptasi kebiasaan baru, PT Angkasa Pura II mengimplementasikan konsep Smart Airport yang untuk mendukung pelayanan saat ini dan saat new normal nantinya. Bentuk Implementasi Smart Airport dengan menghadirkan fasilitas touchless seperti smart helmet, sistem teknologi informasi terintegrasi guna menjaga kelancaran operasional bandara.

PT Angkasa Pura II dalam waktu dekat juga akan mengeluarkan aplikasi travelation. Melalui aplikasi tersebut, calon penumpang dapat menggunggah dokumen syarat penerbangan seperti surat hasil tes Covid-19. Langkah ini akan menyederhanakan pemeriksaan namun tetap sesuai protkol kesehatan.

“Secara khusus pelayanan kebandarudaraan dilakukan dengan menerapkan protokol kesehatan pencegahan penyebaran Covid-19 secara ketat. Semua Upaya ini penting untuk terus kami lakukan demi menjaga keamanan dan kenyamanan calon penumpang yang melalui bandar udara KNIA,”ucapnya.

Tagged : / /

Pakar: Kasus Corona Terus Naik, Puncak Belum Terlihat

Pakar: Kasus Corona Terus Naik, Puncak Belum Terlihat

Pakar: Kasus Corona Terus Naik, Puncak Belum Terlihat – Dewan Pakar Ikatan Ahli Kesehatan Masyarakat Indonesia (IAKMI) Hermawan Saputra menyampaikan sulit melihat puncak pandemi virus corona (Covid-19) di Indonesia. Ia mengatakan kasus positif Covid-19 memang terus bertambah, tetapi belum terlihat puncak lonjakan kasus itu.

“Situasi posisi (puncak virus corona) Indonesia ini masih sulit karena kita masih di gelombang pertama, anggap seperti kurva. Ini posisinya terus menanjak tapi belum keliatan puncaknya, karena posisinya masih terus naik secara perlahan,” ucap Hermawan.

Hermawan memaparkan ada dua indikator yang harus diperhatikan dalam menganalisis puncak pandemi Covid-19. Pertama, kebijakan yang membatasi mobilitas penduduk. Lalu yang kedua pola perilaku masyarakat.

Tetapi, katanya, kedua indikator itu tak terpenuhi sehingga membuat perkiraan puncak pandemi menjadi sulit. Ditambah lagi penerapan Pembatasan Sosial Berskala Besar (PSBB) justru dilonggarkan.

“Kita lihat kebijakan pembatasannya apa? PSBB justru diperlonggar. Padahal PSBB secara efektif bisa menahan laju persebaran virus corona ini,” papar Hermawan.

Tak cuma itu, Hermawan menyampaikan keputusan pemerintah untuk tidak lagi menayangkan perkembangan kasus harian lewat siaran langsung atau televisi dapat berdampak pada perilaku masyarakat yang mengabaikan protokol kesehatan.

Menurutnya, karakteristik masyarakat Indonesia itu lebih condong untuk menyimak, mendengar atau menonton daripada membaca dan mencari tahu informasi. Ia khawatir masyarakat akan minim atau sama sekali tidak mengetahui kondisi terkini perkembangan pandemi Covid-19.

“Kalau ada komunikasi terbuka, masyarakat terbuka dan memahami situasi, maka taat perilaku mengikuti protokol itu menjadi mudah,” ujarnya.

Sebelumnya, Presiden Joko Widodo (Jokowi) memprediksi puncak kasus Covid-19 di Indonesia terjadi pada Agustus hingga September 2020. Perkiraan tersebut mengacu pada jumlah kumulatif kasus positif Covid-19 yang terus melonjak.

Badan Intelijen Negara (BIN) juga sempat memprediksi puncak pandemi virus corona terjadi pada akhir Juni sampai Juli 2020. BIN memprediksi pada Juli 2020 kasus positif virus corona mencapai 106.287 kasus.

Sampai kemarin, Kamis, jumlah kumulatif kasus positif virus corona di Indonesia mencapai 93.657 orang. Dari jumlah itu, sebanyak 52.164 masyarakat dinyatakan sembuh dan 4.576 orang lainnya meninggal dunia.

Jawa Timur menjadi provinsi yang mempunyai kasus positif terbanyak dengan 19.450 orang. Kemudian posisi berikutnya DKI Jakarta dengan 18.068 orang, Sulawesi Selatan 8.527 orang, Jawa Tengah 8.021 orang, dan Jawa Barat 5.824 orang.

Tagged : / / /