Antisipasi Penyebaran Virus Corona, 15 Juta Cerpelai Akan Dibunuh

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, 15 Juta Cerpelai Akan Dibunuh

Antisipasi Penyebaran Virus Corona, 15 Juta Cerpelai Akan Dibunuh – Pemerintah Denmark akan membunuh jutaan cerpelai di lebih dari 1.000 peternakan, sebagai antisipasi mutasi virus corona baru yang telah menginfeksi cerpelai, mungkin dapat mengganggu keefektifan vaksin Covid-19 untuk manusia.

Perdana Menteri Denmark, Mette Frederiksen, membuat pengumuman itu pada konferensi pers pada Rabu (4/11/2020) waktu setempat. Ada 15 juta atau lebih hewan berbulu itu di Denmark, yang merupakan salah satu pengekspor utama bulu di dunia. Dia mengatakan, angkatan bersenjata akan terlibat dalam pemusnahan cerpelai.

Agen IDN Poker Indonesia Kare Molbak, kepala Institut Serum Negara, badan kesehatan masyarakat dan penyakit menular pemerintah, memperingatkan pada konferensi pers bahwa mutasi dapat mengganggu keefektifan vaksin di masa depan.

Pemerintah telah memberi tahu Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) tentang mutasi virus, dan juga mengatakan 12 orang di wilayah Jutlandia diketahui mengidapnya dan menunjukkan reaksi lemah terhadap antibodi.

WHO yang diakui melalui email telah diinformasikan oleh Denmark tentang sejumlah orang yang terinfeksi virus corona dari cerpelai, dengan beberapa perubahan genetik pada virus. WHO mengatakan bahwa Denmark sedang menyelidiki signifikansi epidemiologis dan virologi dari temuan ini, dan menyisihkan populasi cerpelai.

“Kami berhubungan dengan mereka untuk mengetahui lebih lanjut tentang hal ini,” ujar WHO dilansir laman New York Times, Jumat (6/11/2020).

Tanpa laporan yang dipublikasikan tentang sifat mutasi atau bagaimana varian virus itu diuji, para ilmuwan penelitian di luar Denmark yang mempelajari virus itu tidak tahu apa-apa. Dr. Stanley Perlman, seorang ahli mikrobiologi di University of Iowa dan spesialis pada novel coronavirus, mengatakan dia tidak dapat mengevaluasi pernyataan Denmark tanpa informasi lebih lanjut.

Ketua program darurat Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) Mike Ryan menyebut investigasi ini sebagai isu yang kompleks.

Menurutnya, mutasi bermula dari manusia yang menularkan virus kepada cerpelai, yang lalu menularkan kembali ke manusia.

Direktur pusat riset Statens Serum Institut, Kare Molbak memperkirakan insiden ini dapat memunculkan pandemi baru di dunia.

“(Skenario terburuknya, ada) Pandemi baru, mengulang semuanya kembali dari Denmark,” ucap dia.

“Inilah kenapa kita harus menanggapi ini dengan serius,” kata Molbak.

Pemusnahan populasi cerpelai juga dilakukan di Belanda dan Spanyol setelah penyebaran virus dan mutasi serupa ditemukan.

Sebanyak 10 ribu cerpelai pada peternakan di Utah, Amerika Serikat dilaporkan mati karena virus corona.

Dokter hewan di negara bagian tersebut, Dean Taylor, mengatakan penyebaran virus mematikan 50 persen dari populasi cerpelai di area peternakan.

Mutasi pertama kali ditemukan ketika seorang pekerja di peternakan dinyatakan positif. Setelah ditelusuri, ternyata virus berasal dari cerpelai di tempatnya bekerja.

“Setelah pengujian akhir selesai, kami akan membuat rencana negara bagian untuk menghentikan penyebaran virus ke lebih banyak peternakan. Jauh lebih mudah untuk mencegah, lalu menghentikannya terjadi sekaligus,” ucapnya.

Departemen Pertanian AS mencatat cerpelai sebagai binatang ke-50 yang dapat terjangkit Covid-19. Beberapa binatang lain termasuk kucing, anjing, macan dan singa.

Tagged : / /