Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir – Pemerintah Korea Selatan sedang berjuang menghadapi potensi gelombang kedua. Lonjakan kasus ini melonjak selama dua hari berturut-turut.

Dilansir https://cjoutback.com  ini merupakan angka tertinggi di Korea Selatan dalam beberapa minggu terakhir. di balik perkembangan terbaru ini muncul persoalan lain yang meresahkan komunitas LGBT di negara tersebut.

1. Media Korea Selatan gencar memberitakan pasien COVID-19 yang mengunjungi bar gay 

sebanyak 79 dari kasus-kasus baru tersebut berhubungan dengan klaster di sejumlah bar dan klub malam di kawasan hiburan Itaewon, Seoul, yang banyak digemari oleh pelanggan LGBT.

Seorang laki-laki lain juga dikonfirmasi positif usai mendatangi sauna khusus komunitas LGBT di kawasan trendi Gangnam. Tajuk berita yang kental homophobia pun beredar luas.

2. Komunitas gay khawatir dengan keselamatan mereka 

Akibat meluasnya narasi negatif terhadap pasien COVID-19 yang baru terinfeksi setelah mereka beraktivitas, stigma di masyarakat juga mengkhawatirkan. Banyak warga yang tergolong sangat minoritas di Korea Selatan itu mengaku resah dengan keselamatan mereka.

Salah satu laki-laki gay mengatakan kepada The Guardian bahwa ia menyesal mengunjungi Itaweon.

“Saya mengakui itu adalah suatu kesalahan besar untuk mendatangi distrik gay saat situasi [virus] corona belum berakhir,” katanya.

Masyarakat Korea Selatan sendiri memang terbilang masih konservatif dan belum menerima keberadaan komunitas LGBT di tengah mereka. Apalagi sistem pelacakan kontak yang dipakai pemerintah untuk merespons wabah virus corona cukup memudahkan penduduk mengetahui pergerakan satu sama lain.

3. Pemerintah cemas situasi ini akan menyulitkan dalam melakukan pelacakan 

Konsekuensi dari homophobia ketika pandemik masih berlangsung terlalu fatal bagi Korea Selatan. Pemerintah cemas warga LGBT yang mengunjungi Itaewon mau pun Gangnam akan menolak melakukan tes karena tingginya potensi mereka menerima ancaman keselamatan.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun meminta publik agar tidak mengkritik suatu komunitas tertentu sebab itu tidak akan membantu upaya untuk mengurung penyebaran virus corona.

Sedangkan Wali Kota Seoul Park Won-soon, memohon agar para pengunjung klub segera menjalani tes. Pihaknya berjanji bahwa semua informasi pribadi akan dilindungi.

Hanya saja, masih ada sekitar 3.000 lainnya yang masih dilacak. Fase baru ini pun membuat pemerintah Seoul menginstruksikan penutupan semua tempat hiburan malam hingga waktu yang belum ditentukan.

Tagged : / /