Pelaku Curanmor di Cikarang Ditembak Mati Polisi

Pelaku Curanmor di Cikarang Ditembak Mati Polisi

Pelaku Curanmor di Cikarang Ditembak Mati Polisi

Pelaku Curanmor di Cikarang Ditembak Mati Polisi – Polisi berhasil menciduk tiga orang pelaku pencurian sepeda motor yang sering beraksi di kawasan Cikarang, Bekasi dan dua orang penadah kendaraan pencurian. Satu pelaku pencurian terpaksa ditembak hingga akhirnya tewas karena hendak menodongkan senjata api (senpi) rakitan pada petugas.

“Ada lima orang totalnya yang terdiri dari pelaku pencurian dan penadah. Satu di antaranya, inisial ACS terpaksa kita lakukan tindakan tegas dan terukur, saat dilarikan ke RS Polri, dia meninggal dunia,” ujar Kabid Humas Polda Metro Jaya, Kombes Yusri Yunus pada wartawan, Kamis (19/11/2020).

Menurutnya, pelaku Poker IDNPlay Versi Android ACS (24) selaku pelaku utama itu tewas saat dilarikan ke RS Polri, Kramat Jati, Jakarta Timur pasca-ditembak polisi karena melawan petugas menggunakan senpi rakitan saat hendak ditangkap. Adapun peran ACS selaku otak pencurian itu sekaligus pemetik kendaraan bermotor, MY (18) seorang Joki yang memboncengi ACS, dan HS (26) juga seorang pemetik seperti ACS.

“Mereka ini pemain lama pelaku curanmor, saat didalami mereka ngakunya baru 13 kali beraksi di kawasan Cikarang Selatan dan Cikarang Utara, Bekasi. Mereka ditangkap di kawasan Tangerang dan Jakarta Barat,” tuturnya.

Modusnya, kata dia, pelaku berkeliling menggunakan sepeda motor mencari sasarannya secara acak, saat ada kendaraan yang terparkir di tempat sepi saat malam hari, pelaku pun mengambilnya menggunakan kunci letter T dan Y. Pelaku membekali diri dengan senjata api rakitan saat beraksi dan tak segan melukai korbannya bila aksinya diketahui.

Satu Penadah Berstatus DPO

Para pelaku mengaku menjual motor hasil curiannya itu kepada dua penadah berinisial D (26) dan MT (31), yang mana keduanya diciduk polisi di kawasan Cikarang, Bekasi. Motor hasil curiannya itu dijual seharga Rp1,5 juta hingga Rp3 jutaan sesuai jenis kendaraan yang dicurinya.

“Penadah ini menyediakan alat untuk para pelaku beraksi juga. Dua penadah itu sehari bisa menampung 8-10 kendaraan karena dia juga menampung dari berbagai wilayah lainnya juga selain dari pelaku bertiga itu, dikalikan saja sebulan bisa berapa dia menampung,” ungkapnya.

Dua penadah itu, ungkapnya, biasa menjual motor hasil curian ke kawasan Jawa Tengah dengan catatan kunci yang telah dibobol itu diganti dahulu atau dikumpulkan dahulu untuk dilempar kembali ke bosnya yang juga seorang penadah. Adapun bos penadah itu berinisial I yang kini berstatus sebagai DPO.

Dia menambahkan, polisi tak bakal segan-segan menindak tegas dan mengungkap para pelaku kejahatan karena perbuatan itu telah merugikan masyarakat. Apalagi, tak sedikit masyarakat yang kehilangan motornya, padahal motornya itu masih dalam proses kredit dan masyarakat masih diharuskan membayarkan cicilan itu meski motornya telah hilang.

Tagged : / /