Perempuan Banyuwangi Jadi Korban Perdagangan Manusia

32 1 - Perempuan Banyuwangi Jadi Korban Perdagangan Manusia

Perempuan Banyuwangi Jadi Korban Perdagangan Manusia

Perempuan Banyuwangi Jadi Korban Perdagangan Manusia – Banyuwangi adalah sebuah kecamatan di Kabupaten Banyuwangi, Provinsi Jawa Timur, Indonesia. Selain itu Banyuwangi adalah ibu kota kabupaten ini.

Posisinya sebagai ibu kota kabupaten menjadikan banyaknya gedung-gedung pemerintahan, cabang-cabang perusahaan dan pusat keramaian yang berdiri di wilayah Cara Deposit Sbobet88 ini.

Seorang perempuan berinisial GM (47) di duga menjadi korban perdagangan manusia di Malaysia. Serikat Buruh Migran Indonesia (SBMI) pun berupaya memulangkan seorang warga Desa Kesilir, Kecamatan Siliragung tersebut.

1. Keluarga tak merestui, ia di berangkatkan secara diam-diam

Ketua SBMI Banyuwangi, Agung Sebastian mengatakan, korban adalah seorang perempuan berinisial GM memiliki keterbelakangan mental sebelum di berangkatkan ke Malaysia. Kondisi ini di nilai tidak memenuhi syarat dan tergolong perdagangan orang.lg.php?bannerid=0&campaignid=0&zoneid=6081&loc=https%3A%2F%2Fwww.idntimes.com%2Fnews%2Findonesia%2Fmohamad ulil albab%2Fgangguan mental perempuan banyuwangi jadi korban perdagangan manusia%3Fq%3Dmanusia&referer=https%3A%2F%2Fwww.idntimes - Perempuan Banyuwangi Jadi Korban Perdagangan Manusia

“Terindikasi sebagai korban perdagangan orang karena diberangkatkan ke Malaysia oleh seorang sponsor pada tahun 2019 silam dalam kondisi keterbelakangan mental. Keluarga sudah mencegah, tapi korban di bujuk rayu, berangkat secara diam diam,” kata Agung

2. Telah menghubungi KBRI 

Saat ini, SBMI Banyuwangi telah berupaya menghubungi KBRI dan KJRI di Malaysia. Hasilnya, urusan administrasi untuk pemulangan korban akan di bantu dengan sejumlah syarat.

“Kami telah mengirimkan surat permohonan bantuan perlindungan terhadap GM sejak Desember 2020, tapi KBRI hanya bisa memberikan bantuan pengurusan dokumen dan tidak bisa membantu biaya pengurusan pemulangan,” katanya.

Saat ini, pihaknya sedang berupaya menggalang bantuan untuk biaya pemulangan korban sebesar Rp4,5 juta. Biaya tersebut di nilai memberatkan korban dengan alasan kondisi ekonomi kurang mampu.

“Pihak keluarga telah di hubungi KBRI. Biaya sebesar Rp4,5 juta tersebut katanya untuk pengurusan SPLP, denda imigrasi, tes COVID-19, tiket, dan transport. Padahal, kami tahu sendiri kondisi ekonomi keluarga GM benar-benar tidak mampu,” jelas Agung.

3. Tergolong perdagangan orang 

Bersadarkan UU No 21 Tahun 2007 tentang PTPPO, SBMI Banyuwangi menilai, GM merupakan Tindak Pidana Perdagangan Orang (TPPO). Musababnya, saat di berangkatkan ke Malaysia, ia tidak memenuhi persyaratan sehat secara rohani dan tidak ada izin keluarga.

“Ada dugaan maksud untuk di eksploitasi. GM juga tidak di bekali keterampilan, tidak memiliki dokumen perjanjian kerja, tidak di asuransikan sebagai dasar perlindungan dan di berangkatkan oleh seorang sponsor yang tidak memiliki izin pengiriman tenaga kerja,” ujarnya.

“Saat ini GM masih berada di daerah Pahang, Malaysia karena proses pemulangannya masih terkendala biaya,” tambahnya.

Tagged : / /