Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max, Apa Cuma Beda Harga Saja?

Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max

Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max – Saat diluncurkan pada beberapa saat yang lalu, mungkin kamu akan bertanya apa perbedaan diantara iPhone 11 Pro dan juga iPhone 11 Pro Max bukan?

Baca juga : Masalah Ekonomi, Microsoft Ingin Harga Xbox Series X Terjangkau

Persamaan iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max

Sebelum melangkah ke perbedaan antara keduanya, Jaka ingin mengulas sedikit tentang persamaan antara iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max.

maxresdefault - Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max, Apa Cuma Beda Harga Saja?

Dari dapur pacunya sendiri, kedua smartphone sama sekali tidak memiliki perbedaan. Baik 11 Pro maupun 11 Pro Max sama-sama dibekali dengan chipset Apple A13 Bionic. Keduanya memiliki RAM 4 GB dan tiga pilihan memori internal, yakni 64GB, 256GB, dan 512GB. Sama seperti generasi iPhone sebelumnya, seri iPhone 11 juga tidak memilliki slot memori eksternal.

iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max juga dilengkapi dengan tiga kamera yang identik. Ada lensa wide dengan resolusi 12MP, lensa telephoto 12MP, dan lensa ultrawide 12MP. Menggunakan layar Super Retina XDR OLED, kedua smartphone juga telah memiliki sertifikat IP68 yang menunjukkan fitur anti air dan debu.

Perbedaan iPhone 11 Pro dengan iPhone 11 Pro Max

Untuk pertama kalinya dalam sejarah, Apple membubuhkan kata Pro pada produk iPhone-nya. Sebelumnya, kata tersebut hanya melekat pada MacBook dan iPad.

Mungkin kamu sudah menyadari bahwa perbedaan terbesar antara iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max terlihat dari fisiknya.

Akan tetapi perbedaannya enggak cuma terbatas pada itu. Lantas, apa perbedaan iPhone 11 Pro dan iPhone 11 Pro Max?

Ukuran Dimensi Layar Display

iphone 11 launch - Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max, Apa Cuma Beda Harga Saja?

Hal paling mendasar untuk membedakan antara keduanya ialah ukuran pada besaran layar. Jika secara kasat mata mungkin inilh perbedaan paling mencolok antara keduannya.

iPhone 11 Pro memiliki lebar layar 5.8 inci, sedangkan iPhone 11 Pro Max memiliki layar dengan ukuran 6.5 inci. Selisihnya cukup besar, geng. Perbedaan ukuran layar tersebut memengaruhi resolusi dam rasio layar ke bodi yang dimiliki oleh kedua smartphone.

iPhone 11 Pro memiliki rasio screen-to-body hingga 82.1%, berbanding 83.7% yang dimiliki oleh iPhone 11 Pro Max. Resolusi yang dimiliki 11 Pro Max juga lebih tinggi, yakni 1242×2688. 11 Pro hanya memiliki resolusi sebesar 1125×2436.

Tidak terlalu banyak perbedaannya, sehingga kita pun akan sulit mendeteksinya. Selain yang sudah disebutkan, sisanya sama.

Bobot: Compact VS Jumbo

Beda ukuran secara langsung akan membuat kedua smartphone juga memiliki perbedaan dari segi bobot dan dimensi.

iPhone 11 Pro Max tentu lebih berat dengan bobot 226 gram, di mana iPhone 11 Pro hanya berbobot 188 gram saja.

Dimensi yang dimiliki 11 Pro Max juga lebih besar, yakni 158 x 77.8 x 8.1 mm. 11 Pro memiliki ketebalan yang sama, namun memiliki ukuran panjang 144 mm dan lebar 71.4 mm.

Jika dibandingkan dengan kompetitor, kedua smartphone tergolong berat namun memberikan kesan premium kepada penggunanya.

Baterai Tahan 2 Hari?

Besarnya HP dimanfaatkan oleh Apple untuk menambah kapasitas baterai yang dimiliki oleh iPhone 11 Pro Max.

HP tersebut memiliki kapasitas baterai sebesar 3969mAh. Mungkin tergolong biasa saja, tapi perlu diingat bahwa penggunaan baterai pada iPhone sangat efektif.

Untuk penggunaan yang terus menerus, iPhone 11 Pro Max bisa digunakan hampir 12 jam. Di sisi lain, iPhone 11 Pro yang berkapasitas 3046mAh hanya bisa digunakan sekitar 10 jam.

Untuk penggunaan yang normal, baterai iPhone 11 Pro Max diklaim mampu bertahan hingga dua hari dan iPhone 11 Pro bisa digunakan dalam waktu satu setengah hari.

Keduanya juga bisa bertahan lebih lama dari iPhone 11 yang biasa. Kabar baik lainnya, kedua jenis iPhone ini telah dibekali charger fast charging 18W.

Harga Beda Tipis

photo l - Perbedaan iPhone 11 Pro dan 11 Pro Max, Apa Cuma Beda Harga Saja?

Beda ukuran juga berdampak pada harga penjualan. Secara otomatis, iPhone 11 Pro Max akan lebih mahal sedikit dibandingkan iPhone 11 Pro.

Ketika dirilis, iPhone 11 Pro dibanderol dengan harga $999 untuk versi 64GB, $1,149 untuk versi 256GB, dan $1,349 untuk versi 512GB.

Di sisi lain, iPhone 11 Pro Max dibanderol mulai dari harga $1,099 untuk 64GB. Untuk versi 256GB diberi harga $1,249 dan versi 512GB diberi harga $1,449.

Tagged : / / / /

Apple Akan Tunda Perilisan iPhone 12 ke November?

Apple Akan Tunda Perilisan iPhone 12

Apple Akan Tunda Perilisan iPhone 12 – Apple diharapkan bakal meluncurkan seri iPhone terbarunya pada tahun ini. jika menilik pola peluncuran, biasanya ini akan terjadi September. Namun informasi terbaru menyebut bahwa acara itu mungkin akan ditunda.

Baca juga : Smartphone Samsung Galaxy A-Series dengan Chipset Snapdragon, Gahar!

Hal ini dikarenakan pandemi virus corona Covid-19 yang belum diketahui secara pasti kapan bakal reda. Kabar ini juga diperkuat oleh laporan dari bank investasi Cowen.

Mereka memperkirakan Apple akan meluncurkan seri iPhone barunya pada November 2020.

Biasanya, perusahaan rintisan Steve Jobs itu merilis iPhone baru sekitar September.

Selain ditunda hingga November live22 apk ios 2020, sejumlah pihak meyakini Apple mungkin akan menunda peluncuran iPhone 12 ini hingga 2021.

Produksi iPhone 12 dengan Jumlah Terbatas

Selain berpotensi menunda peluncuran iPhone 12, laporan lain mengklaim Apple akan memproduksi ponsel barunya ini dalam jumlah yang lebih sedikit.

Beberapa menyebut, salah satu alasan produksi iPhone 12 akan dikurangi disebabkan karena pandemi Covid-19 ini.

Karena itu, fasilitas produksi pun untuk sementara waktu ditutup sehingga mengakibatkan jumlah unit iPhone akan sangat terbatas.

Login Sign in With Apple Rentan, Bisa Diambil Alih Hacker

Untuk masuk ke aplikasi baru atau website yang butuh login, biasanya kita bisa dengan mudah login menggunakan Google atau Apple dengan tombol yang telah disediakan.

Namun permasalahannya, tombol ‘Sign in with Apple’ mengandung kerentanan keamanan serius. Melansir laporan dari Hacker News via Engadget, seorang peneliti keamanan bernama Bhavuk Jain baru saja menerima hadiah uang 100.000 Dollar karena menemukan bug di fitur tersebut.

Bug tersebut berupa kesalahan dalam layanan fitur ketika akun masuk lewat aplikasi pihak ketikga. Jika aplikasi tidak memiliki perlindungan keamanan, hacker bisa dengan mudah memalsukan token yang ditautkan ke ID email, dan memverifikasikanya dengan ‘valid’ menggunakan public key Apple.

Hal ini bisa memungkinkan hacker mengambil alih akun secara penuh. Bahkan, hal ini bisa terjadi ketika email disebunyikan dari layanan lain.

Jain sendiri menemukan kesalahan ini pada bulan April lalu, dan Apple telah memperbaikinya. Apple sendiri mengklim bahwa meski ini adalah kerentanan serius, tidak ada bukti akun yang benar-benar diretas lewat cara ini.

Apple sendiri sebelumnya diungkap kerentanannya di aplikasi Apple Mail, namun seperti kasus ini, kasus tersebut berhasil ditangani dengan cepat.

Sumber : merdeka.com

Tagged : / / /

Apple dan Google Ciptakan Pelacak Covid-19

Apple dan Google Ciptakan Pelacak Covid-19. Hal ini merupakan kerja sama mereka dalam mengembangkan sistem pelacak Covid-19 beberapa waktu lalu.

Versi perdana sistem Application programming interface (API) bernama Exposure Notification itu, kini sudah tersedia dan siap diadopsi oleh otoritas kesehatan untuk dikembangkan menjadi aplikasi buatan pemerintah.

Apple dan Google Ciptakan Pelacak Covid-19

Baik iOS milik Apple dan Android milik Google akan memberikan pembaruan software untuk aplikasi buatan pemerintah yang berbasis teknologi bikinan mereka. Apple juga dikabarkan telah menggulirkan dukungan API Exposure Notification di pembaruan iOS 13.5.

Saat ini sudah 23 negara yang kabarnya tertarik menggunakan software buatan Apple dan Google. Selain AS, Jerman rencananya juga akan menggunakan teknologi Exposure Notification untuk membuat peta.

Begitu pula dengan Perancis dan Inggris, yang kabarnya juga berminat menggunakan API buatan dua perusahaan raksasa itu. Negara-negara tersebut tertarik dengan iming-iming proteksi data pengguna yang ditawarkan oleh sistem.

Apple dan Google sesumbar bahwa mereka tidak menggunakan GPS untuk melacak pasien Covid-19 dan lebih mengutamakan perlindungan privasi pengguna. Teknologi ini menggunakan konsep contact tracing yang bertumpu pada Bluetooth untuk melacak pasien.

Lebih tepatnya, sistem ini memanfaatkan Bluetooth Low Energy (BLE) yang tidak menguras baterai smartphone saat diaktifkan.

Untuk mengumpulkan data, ada tiga kunci yang digunakan yakni tracing key, daily tracing key (pelacak harian), dan rolling proximity identifier (pengidentifikasi kedekatan). Software ini akan melacak pengguna yang kemungkinan pernah berkontak atau bersinggungan dengan pasien positif Covid-19.

Nantinya, otoritas kesehatan dapat mengidentifikasi terduga pasien terinfeksi, lalu meminta mereka untuk karintina mandiri.

Teknologi ini dapat memudahkan penelusuran, ketimbang menanyai pasien positif dan mengharuskan mereka mengingat-ingat pernah berkontak dengan siapa saja dan di mana saja.

Sistem ini juga dapat mengidentifikasi pasien OTG (orang tanpa gejala) yang tanpa disadari dapat menularkan virus ke orang lain. Kesuksean software tersebut bergantung pada seberapa banyak sistem itu diadopsi oleh masyarakat.

Apple dan Google mengatakan bahwa sistem ini akan dinon-aktifkan ketika pandemi telah usai yang sampai saat ini belum dapat diprediksi kapan akan berakhir.

Sumber : tekno.kompas.com

Tagged : / / / / /