500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari

500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari

500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam SehariPenyakit virus corona (COVID-19) adalah penyakit menular yang disebabkan oleh virus corona yang baru-baru ini ditemukan.Sebagian besar orang yang tertular COVID-19 akan mengalami gejala ringan hingga sedang, dan akan pulih tanpa penanganan khusus.

Kasus COVID-19 di dunia telah mencapai angka 60.072.898 pada pada Rabu, 25 November 2020. Angka tersebut naik signifikan jika dibandingkan Selasa, 24 November, sebanyak 59.464.440 kasus. Artinya, dalam sehari ada 500 ribu kasus positif baru.

Sebanyak 42.152.759 kasus adalah closed cases atau sudah selesai. Sedangkan, 17.149.821 kasus adalah active cases atau kasus yang masih aktif dan 40.759.532 di antaranya adalah daftar idn poker deposit pulsa kasus sembuh. Angka tersebut mencapai 97 persen dari closed cases.

Sedangkan, 1.413.684 kasus atau 3 persen lainnya adalah meninggal dunia. Data tersebut sesuai dengan catatan worldmeters.

1. Amerika mencatatkan penambahan angka kematian tertinggi

antarafoto usa coronavirus washington memorial 23092020 6b92a1e1e1143d844daba1cdaa355fe2 - 500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam SehariSeorang sukarelawan meletakkan bendera Amerika mewakili beberapa dari 200.000 nyawa yang hilang di Amerika Serikat dalam pandemi penyakit virus korona (COVID-19) di National Mall, Washington, Amerika Serikat, Selasa (22/9/2020) (ANTARA FOTO/REUTERS/Joshua Roberts)

Amerika mencatat 2.121 kasus kematian baru akibat pandemik COVID-19. Angka ini menjadi catatan tertinggi di dunia hari ini (25/11/2020). Amerika kini memiliki total kasus kematian imbas COVID-19 sebanyak 265.826 kasus.

Negara lain yang juga mencatat penambahan angka kematian tertinggi adalah Italia (853 kasus), Brasil (638 kasus), Inggris (608 kasus) Perancis (592 kasus), Polandia (540 kasus), Spanyol (537 kasus).

2. Catatan 10 negara dengan penambahan kasus tertinggi

antarafoto simulasi penanganan virus corona di pelabuhan 100320 abhe 5 345b3c660f7f21098607f3e2c79fcd91 - 500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam SehariTim medis mengevakuasi seorang warga negara asing (WNA) terjangkit virus corona (COVID-19) turun dari kapal saat simulasi penanganan virus Corona di Pelabuhan Sukarno Hatta, Makassar, Sulawesi Selatan, Selasa (10/3/2020). ANTARA FOTO/Abriawan Abhe

Berikut daftar 10 negara dengan penambahan kasus COVID-19 tertinggi di dunia hari ini (25/11/2020):

1. Amerika Serikat: 165.494 kasus
2. India: 44.276 kasus
3.Brasil: 33.445 kasus
4. Rusia: 24.326 kasus
5. Italia: 23.232 kasus
6. Brasil: 18.615 kasus
7.Jerman: 16.258
8.Iran: 13.721 kasus
9. Ukraina: 12.287 kasus
10.Polandia : 10.139 kasus

3. Total kasus positif COVID-19 di Indonesia mencapai 506.302

antarafoto update virus corona 050320 hma 5 dd927b627dad2ccefbe1efb49c7f4f95 - 500 Ribu Warga Dunia Terinfeksi COVID-19 dalam Sehari

Satgas Penanganan COVID-19 meliris data perkembangan COVID-19 di Indonesia per Selasa, 24 November 2020. Terjadi penambahan 4.192 kasus COVID-19 baru. Dengan demikian total kasus COVID-19 mencapai 506.302.

Satgas COVID-19 juga melaporkan, jumlah pasien positif COVID-19 yang meninggal dunia 16.111 kasus. Angka tersebut muncul karena ada penambahan kasus meninggal sebanyak 109 orang.

Pemerintah sebelumnya telah menjelaskan bahwa pemakaman dari jenazah COVID-19 dilakukan sesuai dengan prosedur kesehatan dan keagamaan. Sehingga, tidak perlu ada lagi penolakan terhadap pemakaman COVID-19.

Satgas Penanganan juga COVID-19 melaporkan, ada penambahan 2.927 kasus sembuh COVID-19. Dengan demikian total kasus sembuh COVID-19 tembus 425.313.

Tagged : / /

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir

Kasus COVID-19 Baru di Itaewon, Komunitas LGBT Khawatir – Pemerintah Korea Selatan sedang berjuang menghadapi potensi gelombang kedua. Lonjakan kasus ini melonjak selama dua hari berturut-turut.

Dilansir https://cjoutback.com  ini merupakan angka tertinggi di Korea Selatan dalam beberapa minggu terakhir. di balik perkembangan terbaru ini muncul persoalan lain yang meresahkan komunitas LGBT di negara tersebut.

1. Media Korea Selatan gencar memberitakan pasien COVID-19 yang mengunjungi bar gay 

sebanyak 79 dari kasus-kasus baru tersebut berhubungan dengan klaster di sejumlah bar dan klub malam di kawasan hiburan Itaewon, Seoul, yang banyak digemari oleh pelanggan LGBT.

Seorang laki-laki lain juga dikonfirmasi positif usai mendatangi sauna khusus komunitas LGBT di kawasan trendi Gangnam. Tajuk berita yang kental homophobia pun beredar luas.

2. Komunitas gay khawatir dengan keselamatan mereka 

Akibat meluasnya narasi negatif terhadap pasien COVID-19 yang baru terinfeksi setelah mereka beraktivitas, stigma di masyarakat juga mengkhawatirkan. Banyak warga yang tergolong sangat minoritas di Korea Selatan itu mengaku resah dengan keselamatan mereka.

Salah satu laki-laki gay mengatakan kepada The Guardian bahwa ia menyesal mengunjungi Itaweon.

“Saya mengakui itu adalah suatu kesalahan besar untuk mendatangi distrik gay saat situasi [virus] corona belum berakhir,” katanya.

Masyarakat Korea Selatan sendiri memang terbilang masih konservatif dan belum menerima keberadaan komunitas LGBT di tengah mereka. Apalagi sistem pelacakan kontak yang dipakai pemerintah untuk merespons wabah virus corona cukup memudahkan penduduk mengetahui pergerakan satu sama lain.

3. Pemerintah cemas situasi ini akan menyulitkan dalam melakukan pelacakan 

Konsekuensi dari homophobia ketika pandemik masih berlangsung terlalu fatal bagi Korea Selatan. Pemerintah cemas warga LGBT yang mengunjungi Itaewon mau pun Gangnam akan menolak melakukan tes karena tingginya potensi mereka menerima ancaman keselamatan.

Perdana Menteri Chung Sye-kyun meminta publik agar tidak mengkritik suatu komunitas tertentu sebab itu tidak akan membantu upaya untuk mengurung penyebaran virus corona.

Sedangkan Wali Kota Seoul Park Won-soon, memohon agar para pengunjung klub segera menjalani tes. Pihaknya berjanji bahwa semua informasi pribadi akan dilindungi.

Hanya saja, masih ada sekitar 3.000 lainnya yang masih dilacak. Fase baru ini pun membuat pemerintah Seoul menginstruksikan penutupan semua tempat hiburan malam hingga waktu yang belum ditentukan.

Tagged : / /