Wilayah Paling Aman dari COVID-19

Wilayah Paling Aman dari COVID-19

Wilayah Paling Aman dari COVID-19 – Israel dinobatkan sebagai negara paling aman saat pandemi Covid-19 berlangsung, menurut survei yang dilakukan Deep Knowledge Ventures.

Perusahaan konsorsium yang berbasis di Hong Kong itu merilis daftar 40 negara teraman corona. Deep Knowledge sempat menjadi buah bibir pada 2014, ketika menunjuk AI (Artificial Intelligence) sebagai anggota dewan.

Israel memuncaki daftar dengan total skor 632.32 dari 76 kriteria penilaian yang diterapkan.

Sedangkan di Indonesia tim Pakar Gugus Tugas Percepatan Penanganan COVID-19 Dewi Nur Aisyah mengatakan, per 12 Juli 2020, Kota Blitar menjadi wilayah dengan kasus COVID-19 terendah di Provinsi Jawa Timur. Jumlahnya hanya 18 kasus.

“Kedua Kota Madiun dengan 26 kasus dan Kabupaten Bondowoso 32 kasus,” ujarnya pada Diskusi COVID-19 di Pulau Jawa, Apa yang Bisa Dipetik oleh BNPB Indonesia, Rabu.

COVID-19 paling cepat menyebar di Surabaya

Sementara, wilayah dengan kasus tertinggi di Jawa Timur adalah Surabaya, dengan 7.536 kasus COVID-19. Dewi mengatakan, Surabaya menjadi wilayah dengan laju insidensi tertinggi di Jawa Timur. Artinya, penyebaran COVID-19 di Surabaya sangat cepat.

“Surabaya dengan 251,20 kasus per 100.000 penduduk, ingat Kota Depok (sebagai wilayah dengan laju insidensi tertinggi di Jawa Barat) berapa? 45 kasus per 100.000 penduduk,” ujarnya.

Setelah Surabaya, Kabupaten Sidoarjo menjadi wilayah dengan laju insidensi tertinggi kedua di Jawa Timur. Laju insidensinya 113,96 kasus per 100.000 penduduk. Diikuti oleh Kota Mojokerto 100,76 kasus per 100.000 penduduk.

Kabupaten Banyuwangi memiliki laju insidensi terendah di Jawa Timur

Dewi juga memaparkan data tentang wilayah dengan laju insidensi terendah di Jawa Timur. Pertama yaitu Kabupaten Banyuwangi dengan 2,57 kasus per 100.000 penduduk.

“Kabupaten Ngawi 3,72 kasus per 100.000 penduduk dan Kota Blitar 3,85 kasus per 100.000 penduduk,” ujarnya.

Jawa Timur memiliki 141 klaster COVID-19 yang memunculkan 2004 kasus

Dokter Dewi menjelaskan bahwa Jawa Timur memiliki 31 klaster pasar dan tempat pelelangan ikan (TPI). Dari 31 klaster tersebut ditemukan 199 kasus COVID-19.

“Pasar ini adalah potensi luar biasa, walaupun total kasus 199 bisa jadi karena belum semuanya juga dites, feeling saya,” ujarnya.

Selain itu, Jawa Timur juga memiliki 20 klaster di tempat kerja yang menimbulkan 272 kasus. Terdapat juga 34 klaster lokal transmisi dengan 686 kasus.

“Satu klaster pesantren dengan 126 kasus, 2 klaster tempat ibadah 74 kasus, satu klaster mal 4 kasus, 2 klaster seminar 191 kasus, dan 26 klaster rumah sakit dengan 22 kasus,” jelasnya.

Tagged : / / / /

Uji Coba Vaksin Corona

Uji Coba Vaksin Corona

Uji Coba Vaksin Corona, – Para ilmuwan dari berbagai belahan dunia tengah berlomba mengembangkan vaksin Corona. Beberapa kandidat vaksin Corona juga tengah memasuki uji coba tahap akhir.

Beberapa kandidat vaksin virus Corona telah mencapai tahap akhir uji coba manusia dan yang lainnya juga melaporkan perkembangan yang baik.

Namun orang yang pertama kali akan mendapatkan vaksin Corona ketika siap didistribusikan untuk umum masih harus ditinjau kembali.

Organisasi Kesehatan Dunia (WHO) dan para pemimpin politik seperti Presiden Prancis Emmanuel Macron, Kanselir Jerman Angela Merkel, dan Presiden China Xi Jinping menyerukan vaksin virus Corona COVID-19 agar bisa diakses di seluruh dunia.

Meski begitu, pada kenyataannya banyak negara yang melakukan kesepakatan dengan perusahaan farmasi untuk memastikan mereka yang pertama kali mendapatkan vaksin Corona.

Salah satu vaksin yang dikembangkan oleh para peneliti di Universitas Oxford dan dilisensikan ke AstraZeneca juga diharapkan akan tersedia untuk warga Inggris pada bulan September.

Pemerintah Inggris mencapai kesepakatan dengan pengembang vaksin bulan lalu untuk memiliki 30 juta dosis yang tersedia ketika sudah selesai, dengan 70 juta dosis tambahan kemudian.

Pemerintah Amerika Serikat juga membantu pendanaan pengembangan vaksin Corona dan sebagai imbalannya akan menerima 300 juta dosis vaksin.

Awal bulan ini, Perancis, Jerman, Italia, dan Belanda membentuk Aliansi Vaksin Inklusif untuk mempercepat proses pengembangan vaksin Corona. Mereka ingin perusahaan farmasi setuju bahwa produk apapun yang dikembangkan dapat diakses dengan mudah dan tersedia serta terjangkau di Uni Eropa.

Kanada, Brasil, dan Uni Emirat Arab, yang setuju untuk menjadi tuan rumah uji coba fase 3 vaksin tiga perusahaan China. Juga disebut bisa mendapatkan vaksin Corona lebih awal berdasarkan kesepakatan mereka dengan para pengembang vaksin Corona.

“Vaksin Corona COVID-19 melibatkan pengembangan, pembuatan, pengadaan, dan administrasi. Saya pikir hal pertama yang harus dihindari dalam proses ini adalah apa yang disebut nasionalisme vaksin,” kata Zhang Li, direktur untuk inovasi strategis dan investor baru di Gavi, Aliansi Vaksin, kemitraan kesehatan global publik-swasta yang dibentuk oleh Bill & Melinda Gates Foundation.

Li Yinuo, direktur perusahaan Bill & Melinda Gates Foundation, mengatakan bahwa teknologi akan menjadi kunci dalam menyelesaikan konflik kepentingan dalam memenuhi permintaan domestik dan membuat vaksin dapat diakses dan terjangkau bagi seluruh dunia.

“Tidak semua orang harus diimunisasi ‘dalam sehari’ dan program-program dapat dilaksanakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan, dimulai dengan mereka yang paling berisiko, seperti orang tua dan pekerja perawatan kesehatan,” jelas Li.

“Ini adalah tantangan dan bergantung pada kemajuan teknologi untuk menyelesaikannya. Kami telah melihat beberapa teknologi yang dapat mencapai kapasitas produksi tinggi dalam waktu yang relatif terkendali,” pungkas Li.

Tagged : / / / /