Tanda Kamu Kurang Menghargai Orang-orang di Rumah 

Tanda Kamu Kurang Menghargai Orang orang di Rumah  - Tanda Kamu Kurang Menghargai Orang-orang di Rumah 

Perbuatan Tanda Kamu Kurang Menghargai Orang-orang di Rumah

Tanda Kamu Kurang Menghargai Orang-orang di Rumah – Tentu setiap orangtua ingin memiliki anak yang sopan dan tahu tata krama. Tugas Andalah sebagai orangtua untuk memberi contoh dan mengajarkan mereka tentang hal ini.

Belajar etika itu paling efektif dimulai dari rumah. Kalau di rumah kamu sudah menerapkan etika, otomatis itu akan terbawa di mana pun kamu berada. Etika sudah tertanam kuat dalam dirimu. Sayangnya, gak sedikit yang justru merasa bebas berbuat apa saja saat di rumah.

Selain buruk untuk dirimu sendiri karena itu membentuk kebiasaanmu, perbuatanmu yang sembarangan juga bisa bikin orang-orang di rumah kesal. Yuk, introspeksi seberapa sering kamu melakukan hal yang menandakan kurangnya rasa hormatmu pada orang-orang di rumah berikut ini dikutip oleh twohearts-camping.com.

Tanpa izin berjalan di lantai yang baru dipel 

Kalau kamu benar-benar bisa menghargai orang lain yang sudah membersihkan rumah yang juga kamu tinggali, menunggu lantai kering setelah dipel sebenarnya gak lama kok. Apalagi jika pintu dan jendela-jendela dibuka. Tinggal kamu mau atau tidak.

Kamu cuma boleh menginjaknya saat masih basah bila ada keperluan yang benar-benar mendesak. Itu pun harus minta izin dahulu pada orang yang telah mengepelnya. Kebangetan kalau kamu asal berjalan apalagi mengenakan alas kaki yang kotor.

Merasa bebas pulang larut malam tetapi membangunkan orang rumah buat membukakan pintu 

Kamu pun pasti kesal, ‘kan, kalau sedang tidur tiba-tiba dibangunkan? Begitu juga dengan orang-orang di rumahmu. Apalagi dibangunkan bukan untuk keperluan mereka melainkan semata-mata biar kamu bisa masuk rumah setelah pergi entah ke mana. Mungkin sekadar main sama teman.

Kepala mereka bisa sakit jika baru tidur sudah harus bangun lagi. Bisa-bisa malah gak bisa lanjut tidur setelahnya. Padahal besok pagi banyak kegiatan menanti dan membutuhkan tubuh yang fit.

Mulailah Mengajarkan Dari Hal Sederhana Sesuai Dengan Tingkat Pemahaman Anak

Sudah dibuatkan makanan, bilang gak enak 

Siapa pun yang menyiapkan makananmu, kamu harus amat berterima kasih padanya. Itu artinya ia amat peduli akan kesehatanmu. Apalagi kamu bahkan gak perlu mengeluarkan uang sepeser pun atas jasa mereka memasak untukmu.

Jangan sampai ibumu sudah memasak untukmu sejak kamu anak-anak sampai sebesar sekarang, tetapi bukannya bilang terima kasih, malah menyebut masakannya tak enak. Makin parah kalau kamu bahkan gak bisa membuat makanan yang lebih lezat. Jangankan memasak, membedakan merica sama ketumbar saja kamu kesulitan.

Gak menyiram kamar mandi dengan baik 

Bahkan meski ada asisten rumah tangga, kamu tetap harus menyiram kotoranmu dengan benar. Untuk menghilangkan bau tak sedap setelah kamu menggunakan kamar mandi, kamu bisa menyiramnya dengan cairan pembersih. Itu tindakan yang sangat mudah dan akan membuat seisi rumah merasa nyaman.

Bila di rumah tidak ada asisten rumah tangga, juga tidak menggunakan jasa kebersihan lainnya, menyiram kamar mandi dengan baik saja belum cukup. Kamu juga harus mau membersihkannya, berbagi tugas dengan seluruh penghuni rumah.

Gak mau membereskan piring dan gelas yang sudah kosong padahal kamu yang terakhir makan dan minum 

Piring dan gelas kotor ditinggal begitu saja di meja makan, ruang keluarga, atau di mana pun. Sekalipun tampak sepele, ini bisa menjadi tanda kamu gak punya rasa tanggung jawab yang cukup atas tindakanmu sendiri.

Kamu cuma mau bagian enaknya lalu menyerahkan bagian gak enaknya ke orang lain. Lagi-lagi, bahkan jika di rumahmu ada asisten rumah tangga, bersikaplah yang pantas dengan membawa piring dan gelas kotor itu ke tempat cuci piring. Bila perlu katakan padanya bahwa kamu menaruh piring dan gelas kotor di sana dan minta tolong untuk nanti dicucikan.

Etika memang tidak tertulis. Namun mempelajari dan menerapkannya akan menjadi cerminan kualitas dirimu yang sesungguhnya. Ayo belajar beretika mulai dari rumah!

Tagged : / / /